Kegiatan Sosialisasi AKI, AKB, dan Stunting

Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan pertemuan yang sangat penting dan bermakna bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, yang dibuka langsung oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rosyda
Apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Kadinkes beserta seluruh tim Dinas Kesehatan Lumajang atas komitmen kuat dalam upaya penurunan AKI, AKB, dan stunting.
Terima kasih juga kepada para sejawat dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang hadir:
⭐ dr. Samsu, Sp.OG selaku senior kami,
⭐ dr. Endri, Sp.OG,
⭐ dr. Edi Fauziantoro, Sp.OG,
⭐ dr. Elfi, Sp.OG,
⭐ dr. Agung, Sp.OG,
serta seluruh tim KIA dan jajaran Dinas Kesehatan Lumajang.
Pertemuan hari ini menegaskan bahwa penurunan kematian ibu dan bayi tidak cukup hanya dengan pelayanan saat pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mendeteksi, memantau, mendampingi, dan menindaklanjuti ibu sejak awal kehamilan, persalinan, nifas, sampai dengan pelayanan KB.
Karena itu, salah satu hal penting yang perlu kita dorong bersama adalah tersedianya data maternal by name by address. Data ini bukan sekadar angka laporan, tetapi menjadi alat kendali pelayanan.
Dengan data tersebut, kita dapat mengetahui:
✅ siapa ibu hamilnya,
✅ di mana alamatnya,
✅ berapa usia kehamilannya,
✅ apakah ada faktor risiko,
✅ apakah sudah ANC,
✅ apakah ada anemia, hipertensi, KEK, riwayat SC, perdarahan, preeklamsia, atau risiko lainnya.
Data ini juga harus mampu mengikuti ibu sampai proses persalinan, masa nifas, bayi lahir, serta pilihan KB pasca persalinan. Dengan demikian, tidak ada ibu hamil risiko tinggi yang tidak terpantau, tidak ada rujukan yang terlambat, dan tidak ada ibu pasca melahirkan yang hilang dari sistem pemantauan.
POGI Malang siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan Lumajang untuk memperkuat sistem ini. Bukan hanya dalam bentuk edukasi dan pembinaan klinis, tetapi juga dalam memperkuat alur deteksi risiko, sistem rujukan, audit kasus, serta pendampingan jejaring layanan maternal neonatal.
Harapan kami, setelah pertemuan ini ada tindak lanjut nyata:
ibu selamat, bayi sehat, keluarga terencana, anak tumbuh optimal, dan Lumajang semakin kuat.
???? Mari kita jaga semangat kolaborasi ini.
???? Mari kita kuatkan data, kuatkan jejaring, kuatkan pelayanan.
???? Dan mari kita buktikan bahwa AKI, AKB, dan stunting dapat kita turunkan dengan kerja bersama yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Atas nama POGI Malang, kami siap bersinergi dan berkontribusi untuk Kabupaten Lumajang.
???? POGI kuat
???? Dinkes hebat
???? Data akurat
???????? Ibu dan bayi selamat
Terima kasih.
Dr. Yessi
????????

Apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Kadinkes beserta seluruh tim Dinas Kesehatan Lumajang atas komitmen kuat dalam upaya penurunan AKI, AKB, dan stunting.
Terima kasih juga kepada para sejawat dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang hadir:
⭐ dr. Samsu, Sp.OG selaku senior kami,
⭐ dr. Endri, Sp.OG,
⭐ dr. Edi Fauziantoro, Sp.OG,
⭐ dr. Elfi, Sp.OG,
⭐ dr. Agung, Sp.OG,
serta seluruh tim KIA dan jajaran Dinas Kesehatan Lumajang.
Pertemuan hari ini menegaskan bahwa penurunan kematian ibu dan bayi tidak cukup hanya dengan pelayanan saat pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mendeteksi, memantau, mendampingi, dan menindaklanjuti ibu sejak awal kehamilan, persalinan, nifas, sampai dengan pelayanan KB.
Karena itu, salah satu hal penting yang perlu kita dorong bersama adalah tersedianya data maternal by name by address. Data ini bukan sekadar angka laporan, tetapi menjadi alat kendali pelayanan.
Dengan data tersebut, kita dapat mengetahui:
✅ siapa ibu hamilnya,
✅ di mana alamatnya,
✅ berapa usia kehamilannya,
✅ apakah ada faktor risiko,
✅ apakah sudah ANC,
✅ apakah ada anemia, hipertensi, KEK, riwayat SC, perdarahan, preeklamsia, atau risiko lainnya.
Data ini juga harus mampu mengikuti ibu sampai proses persalinan, masa nifas, bayi lahir, serta pilihan KB pasca persalinan. Dengan demikian, tidak ada ibu hamil risiko tinggi yang tidak terpantau, tidak ada rujukan yang terlambat, dan tidak ada ibu pasca melahirkan yang hilang dari sistem pemantauan.
POGI Malang siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan Lumajang untuk memperkuat sistem ini. Bukan hanya dalam bentuk edukasi dan pembinaan klinis, tetapi juga dalam memperkuat alur deteksi risiko, sistem rujukan, audit kasus, serta pendampingan jejaring layanan maternal neonatal.
Harapan kami, setelah pertemuan ini ada tindak lanjut nyata:
- Satu data ibu hamil by name by address
- Satu sistem pemantauan risiko
- Satu alur rujukan yang jelas
- Satu komitmen bersama untuk menyelamatkan ibu dan bayi
- Kita ingin setiap ibu hamil terdeteksi sejak awal.
- Setiap risiko dikenali lebih cepat.
- Setiap rujukan dilakukan lebih tepat.
- Setiap persalinan ditangani lebih aman.
- Setiap ibu nifas tetap dipantau.
- Dan setiap ibu mendapatkan akses KB yang sesuai setelah melahirkan.
ibu selamat, bayi sehat, keluarga terencana, anak tumbuh optimal, dan Lumajang semakin kuat.
???? Mari kita jaga semangat kolaborasi ini.
???? Mari kita kuatkan data, kuatkan jejaring, kuatkan pelayanan.
???? Dan mari kita buktikan bahwa AKI, AKB, dan stunting dapat kita turunkan dengan kerja bersama yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Atas nama POGI Malang, kami siap bersinergi dan berkontribusi untuk Kabupaten Lumajang.
???? POGI kuat
???? Dinkes hebat
???? Data akurat
???????? Ibu dan bayi selamat
Terima kasih.
Dr. Yessi
????????
Kategori Berita
Artikel Terbaru